Monday, April 26, 2010

Terima Kasih Ya Allah

Entah hari ini saya harus berterima kasih atau saya harus marah tentang semua yang terjadi pada kehidupan saya.
Di satu sisi saya merasa kecewa, marah, dan merasa terkhianati.
Selama ini saya mungkin terlalu sabar dan terlalu baik terhadap seseorang  dan terlalu percaya dengan kebaikannya yang akhirnya saya tau kebaikannya adalah PALSU.
Sebenarnya saya tidak tahu apakah perasaan saya dan pemikiran saya tentang kepalsuannya itu benar adanya.
Namun, semakin saya berpikiran positif, semakin saya ditunjukkan dengan hal yang menunjukkan ke arah suatu pengkhianatan.
Mungkin teman-teman semua pernah mengalami suatu pengkhianatan.
Sakit, nangis,  marah, kecewa, dendam, benci pasti teman-teman rasakan juga.
Tapi saya harus ingatkan kepada teman-teman, kita boleh merasakan hal-hal itu tadi sebagai suatu ungkapan kekecewaan.
Tapi, jangan terlalu lama memendam rasa itu.
Lebih baik kita gunakan energi kemarahan kita untuk melakukan hal yang berarti daripada kita harus hanya memikirkan orang seperti mereka.
Saya justru kasian terhadap orang-orang seperti mereka.
Mereka seperti orang yang belum mengerti banyak hal dalam hidup.
Mereka tidak thau arti menghargai seseorang.
Mereka tidak tahu arti menghargai hidup.
Mereka tidak tahu arti kepercayaan orang.
Mereka tidak tahu artinya terima kasih.
Mereka pun tidak tahu artinya bersyukur atas nikmat Allah yang selama ini mereka terima.
Sebaiknya orang-orang seperti ini kita doakan agar mereka terbuka hatinya.
Semakin mereka buta, semakin mereka banyak menyakiti banyak orang.

Namun, di satu sisi yang lain saya harus berterima kasih kepada Tuhanku, Allah SWT, yang telah membuka semua keraguan dan prasangka yang selama ini saya "ignore"kan.
Saya merasa bersyukur bahwa Allah telah menunjukkan bahwa orang seperti mereka TIDAK LAYAK untuk kita.
Jauh di dalam rencana Allah, Allah telah merencanakan sesuatu yang INDAH untuk kita.
Terima Kasih Ya Allah.
Maafkan apabila hambamu ini sering lalai padamu, penuh dengan dosa.
Namun, saya berterima kasih engkau menunjukkan semua ini dan saya yakin ujian ini bisa membuat kita semua menjadi orang yang berhati besar.
Mari kita lanjutkan lagi kehidupan kita dengan suatu langkah tegap, tegas, dan senyuman.
Saya yakin, kita semua bisa kuat, tegar, dan bias menjadi orang besar nantinya.
AMIN.

*Tulisan ini tidak bertujuan untuk menunjukkan kepada siapapun. Saya hanya ingin membagi pengalaman hidup saya. Dan saya ingin teman-teman semua mengerti artinya berterima kasih dan bersyukur.*

2 comments:

Unknown said...

Ya ALLAH..
Bener banget, galuh..
Terkadang kita sebagai manusia memang selalu merasa tidak puas dengan apa yang sudah kita punya..kita selalu ingin lebih, lebih dan lebih..yah,mungkin itu bentuk ketidaksempurnaan manusia, yang ingin dapet sesuatu yang sempurna..

satu hal yang pasti, apapun itu, semua pasti ada jalan keluarnya, baik atau buruk..
tapi semua juga butuh waktu untuk menunjukkan mana yang paling benar..

U GO,GIRL!!!
Hidup kita insyaALLAH masih panjang..
Mari kita gunakan otak, pikiran, kata-kata, dan emosi kita untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat..

Unknown said...

Amin..

Allah senantiasa mendengar doa dan membukakan mata kita..
Pengkhianatan dan kurangnya rasa sadar untuk menghargai seperti itu sangat disayangkan..
Semoga Allah mengetuk kebutaan itu suatu saat..

Kita sadari tidak ada yang sempurna di dunia ini,namun kesederhanaan sikap dan hati yang besar lah yang membuat itu semua tampak sempurna..
Bersyukur kepadamu,ya Allah..